Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi hingga 4 meter yang mengancam sejumlah perairan Indonesia pada 4-7 Mei 2026. Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang bergerak kencang dari timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 25 knot. Kondisi ini diprediksi akan menciptakan area perairan ekstrem, terutama di wilayah Samudra Hindia yang berbatasan langsung dengan pesisir barat Lampung hingga selatan Jawa Tengah.
Risiko keselamatan pelayaran menjadi sorotan utama, di mana BMKG menetapkan ambang batas aman yang ketat bagi berbagai jenis moda transportasi laut. Perahu nelayan diimbau waspada terhadap angin di atas 15 knot, sementara kapal feri menghadapi risiko tinggi jika tinggi gelombang melampaui 2,5 meter. Selain wilayah dengan gelombang ekstrem, beberapa perairan lain seperti Selat Malaka, Laut Flores, hingga Laut Arafuru juga berpotensi mengalami gelombang sedang di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter yang tetap memerlukan kewaspadaan tinggi bagi operator kapal tongkang.
Menyikapi ancaman cuaca maritim ini, masyarakat pesisir dan pelaku jasa pelayaran diminta untuk tidak memaksakan keberangkatan jika kondisi laut melampaui kemampuan armada. BMKG menegaskan pentingnya pemantauan informasi cuaca secara real-time melalui kanal resmi guna mencegah terjadinya kecelakaan laut. Kerja sama antara operator pelabuhan dan nahkoda sangat diperlukan dalam mematuhi protokol keselamatan demi menghindari potensi bahaya selama periode peringatan dini gelombang tinggi ini berlangsung. Dikutip dari Antaranews.com





