Jakarta – Wilayah Pantai Barat Daya Maluku Tenggara kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 pada Sabtu (18/4/2026) pukul 05.19 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak di laut pada jarak 154 kilometer arah barat daya Maluku Tenggara. Memiliki kedalaman 91 kilometer, gempa ini dikategorikan sebagai gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Banda.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust). Dampak guncangan dirasakan di wilayah Kormomolin dan Kepulauan Aru dengan skala intensitas II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa alam tersebut.
BMKG menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan, gempa M 5,1 ini tidak berpotensi tsunami. Selain itu, pantauan hingga pukul 05.43 WIB menunjukkan belum adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan hanya memercayai informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG serta menghindari isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai dampak gempa bumi. Dikutip dari RRI.co.id





