BIREUEN – Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sektor swasta resmi memulai pembangunan 152 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di Aceh. Langkah konkret ini bertujuan mempercepat pemulihan pascabencana bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah kategori berat. Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, menyatakan bahwa pembangunan tahap pertama ini dilakukan secara bertahap di sejumlah desa terdampak, termasuk Kuala Ceurape, Bugeng, hingga Balee Panah, dengan progres yang mencakup pemasangan pondasi hingga dinding bangunan.
Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak swasta yang menunjukkan komitmen tinggi dalam kemanusiaan. PT Blang Keutumba tercatat membangun 60 unit huntap di wilayah seperti Teupin Mane dan Salah Sirong, sementara DT Peduli berkontribusi menyediakan 45 unit di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka. Selain itu, PT Takabeya Perkasa Group turut berpartisipasi membangun unit tambahan di Kecamatan Gandapura. Sinergi antara dana pemerintah dan kepedulian swasta ini menjadi kunci utama dalam memastikan para penyintas banjir di Bireuen mendapatkan hunian layak dalam waktu yang lebih singkat.
Proses pembangunan huntap ini tersebar strategis di berbagai kecamatan untuk menjangkau seluruh penyintas yang telah melewati tahap verifikasi. Muhajir Juli berharap seluruh unit dapat segera ditempati setelah proses administrasi dan konstruksi tahap pertama selesai sesuai jadwal. Dengan adanya kepastian tempat tinggal baru, diharapkan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat Bireuen yang terdampak bencana banjir dapat segera pulih, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa depan. Dikutip dari RRI.co.id





