JAKARTA – Rumah produksi Screenplay Films resmi mengumumkan adaptasi serial populer bertema zombie, “Zona Merah”, ke dalam versi film layar lebar. Dalam konferensi pers yang digelar di XXI Senayan, Jakarta, Rabu (1/4), sutradara Sidharta Tata mengungkapkan bahwa proyek ini dirancang sebagai kekayaan intelektual atau IP global dengan skala produksi yang jauh lebih besar. Jika versi serialnya sukses memikat penonton lewat delapan episode di platform streaming, versi film ini dijanjikan akan mengambil latar di pusat kota untuk memberikan pengalaman serangan mayat hidup yang lebih mencekam dan masif.
Proyek ambisius ini kembali mempercayai duet sutradara Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa untuk menggarap ceritanya. Aghniny Haque dipastikan tetap menjadi bintang utama yang tak tergantikan, didukung oleh deretan aktor papan atas seperti Andri Mashadi, Lukman Sardi, hingga Bryan Domani. Menariknya, aktris Luna Maya turut bergabung dalam jajaran pemain sekaligus menjabat sebagai produser eksekutif. Kehadiran rumah produksi bertaraf internasional dalam kolaborasi ini semakin memperkuat target film tersebut untuk menembus pasar sinema global.
Sidharta Tata menjanjikan kualitas visual dan narasi yang melampaui versi serialnya, dengan variasi cerita yang lebih mengejutkan bagi penonton. Ia bahkan secara berani membandingkan ambisi film ini dengan mahakarya zombie asal Korea Selatan. “Ketika di Korea punya ‘Train to Busan’, maka di Indonesia hanya ada ‘Zona Merah’,” tegasnya. Proses syuting film “Zona Merah” dijadwalkan akan dimulai pada pekan depan, membawa harapan baru bagi industri film horor aksi Indonesia di kancah internasional. Dikutip dari Antaranews.com







