Presiden Sebut 55 Juta Orang Jadi Penerima Makan Bergizi Gratis

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau lima puluh lima juta penerima manfaat di seluruh penjuru Indonesia hingga awal tahun 2026. Skala pemberian bantuan pangan ini digambarkan sangat masif karena setara dengan memberi makan delapan kali jumlah penduduk Singapura setiap harinya. Program tersebut menjadi prioritas utama pemerintah yang terinspirasi dari keberhasilan negara lain seperti India dan Brasil dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan nutrisi.

Selain fokus pada kesehatan, program ini dipandang sebagai instrumen investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Mengutip riset internasional dari Rockefeller Institute, Presiden menjelaskan bahwa setiap dana yang dialokasikan untuk gizi masyarakat memiliki potensi menghasilkan nilai balik ekonomi yang berlipat ganda di masa depan. Pemerintah optimistis bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan aset strategis untuk meningkatkan produktivitas bangsa.

Kepala Badan Gizi Nasional turut memastikan bahwa pelaksanaan program ini akan diikuti dengan penguatan edukasi gizi dan peningkatan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pangan Gizi di berbagai daerah. Melalui langkah tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memilih makanan sehat untuk keluarga. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menekan angka permasalahan gizi di tanah air sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan rantai pasok pangan yang luas. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Prabowo Perintahkan Pertamina dan PLN Pangkas Anak-Cucu Perusahaan

    Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya dan para petinggi BUMN, khususnya Pertamina dan PLN, untuk segera memangkas anak-cucu perusahaan beserta unit-unit usaha di bawahnya guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha. Dalam…

    Usai Gedung Bapenda Terbakar, Pemprov DKI Pastikan Data Pajak Aman

    Jakarta – Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta dipastikan tidak berdampak terhadap keamanan data perpajakan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan seluruh data perpajakan telah terdigitalisasi dan memiliki sistem pencadangan pada server…