Perkuat Akurasi, BMKG Jadikan Data Iklim Pegunungan Dasar Analisis Cuaca Indonesia

Jakarta – Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa data iklim dari wilayah pegunungan merupakan fondasi penting bagi analisis perubahan iklim di Indonesia. Wilayah pegunungan dinilai strategis karena lokasinya yang minim gangguan aktivitas perkotaan, sehingga mampu memberikan data kualitas udara dan gas rumah kaca yang lebih akurat. Saat ini, stasiun pengamatan di dataran tinggi seperti Citeko menjadi rujukan langka karena mayoritas stasiun lain berada di dataran rendah atau bandara.

Faisal menjelaskan bahwa pemahaman tentang iklim merupakan dasar utama untuk melakukan prakiraan cuaca yang andal. Data yang dihasilkan tidak hanya untuk peringatan dini, tetapi juga mendukung sektor ketahanan pangan, sumber daya air, energi, dan infrastruktur. Salah satu parameter penting yang dipantau adalah kelembapan tanah yang sangat bermanfaat bagi sektor pertanian nasional.

Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa pengamatan di pegunungan sangat krusial untuk memantau perubahan iklim global, termasuk pengawasan terhadap gas metana. Meskipun masa hidupnya singkat, metana memiliki potensi pemanasan global yang lebih besar dibandingkan karbon dioksida. Melalui penguatan pengamatan di wilayah pegunungan, BMKG berkomitmen menyediakan data konsisten untuk mendukung mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Lawan Mafia Hutan, Kemenhut Beri Sinyal Perketat Hukum dan Cegah Kejahatan Lingkungan

    JAKARTA – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkomitmen memperkuat sistem penegakan hukum lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi teknologi mutakhir. Dirjen Gakkum Kemenhut, Dwi Januanto, mengungkapkan…

    Pemerintah Segera Luncurkan Bursa Mineral Indonesia demi Kedaulatan Komoditas

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana besar untuk segera membentuk Bursa Mineral Indonesia dalam waktu dekat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa saat ini…