Pengalaman seorang wisatawan bernama Victoria menjadi peringatan serius setelah kakinya harus diamputasi akibat menjalani terapi fish spa saat berlibur di Thailand. Infeksi ini bermula dari luka kecil di jempol kakinya yang menjadi pintu masuk bagi bakteri Shewanella yang ditemukan di kolam ikan tersebut. Beberapa hari setelah terapi, ia mengalami demam tinggi dan kondisi kesehatan yang memburuk hingga dokter mendiagnosisnya menderita osteomielitis atau infeksi tulang yang parah.
Osteomielitis merupakan infeksi bakteri yang menyerang jaringan otot hingga masuk ke dalam struktur tulang. Karena kondisi infeksi yang sudah sangat merusak, dokter terpaksa mengambil tindakan amputasi secara bertahap untuk mencegah penyebaran bakteri lebih lanjut ke seluruh tubuh. Fakta medis menunjukkan bahwa ikan yang digunakan dalam terapi tersebut sebenarnya menggigit kulit karena lapar, yang berisiko menciptakan luka mikro pada pengunjung dan memudahkan terjadinya kontaminasi dari air kolam yang tidak steril.
Risiko infeksi serius seperti ini jauh lebih tinggi pada individu yang memiliki luka terbuka, menderita diabetes, penyakit autoimun, atau orang dengan daya tahan tubuh yang sedang rendah. Tenaga medis menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih perawatan kecantikan di tempat umum yang melibatkan penggunaan air bersama. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa prosedur sederhana seperti fish spa dapat berujung pada komplikasi kesehatan yang permanen jika faktor kebersihan dan kondisi fisik tidak diperhatikan. Dikutip dari Okezone.com







