Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menyatakan rasa bangganya terhadap performa anak asuhnya meski hanya meraih hasil imbang dua sama saat menjamu PSBS Biak di Stadion Sultan Agung. Kebanggaan tersebut didasari oleh semangat juang Laskar Mataram yang mampu bangkit setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu pada babak pertama. Gol balasan dari Ze Valente dan Ezequiel Vidal menjadi bukti kerja keras tim dalam mengejar ketertinggalan meski lawan menerapkan pertahanan yang sangat rapat.
Van Gastel menilai timnya sebenarnya layak mendapatkan kemenangan karena mendominasi permainan di lapangan. Namun, situasi menjadi lebih menantang setelah salah satu pemain PSIM menerima kartu merah di menit-menit akhir pertandingan yang memaksa tim mengubah strategi secara mendadak. Meski hasil ini cukup mengecewakan dari sisi skor akhir, sang pelatih tetap mengapresiasi mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan oleh seluruh pemain sepanjang laga berlangsung.
Hasil imbang ini membuat PSIM Yogyakarta kini mengoleksi dua puluh empat poin dan tertahan di posisi kelima klasemen sementara. Laskar Mataram memiliki kesempatan untuk memperbaiki catatan mereka pada laga kandang berikutnya melawan Semen Padang di akhir pekan ini. Manajemen dan tim pelatih berharap momentum kebangkitan di babak kedua saat melawan PSBS Biak dapat diteruskan untuk mengamankan poin penuh pada pertandingan mendatang. Dikutip dari Antaranews.com






