Jakarta – KONI dan KOI berhasil menyelesaikan dualisme kepengurusan cabang olahraga sepak takraw yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Kepengurusan PB Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025–2029 dengan Ketua Umum Surianto kini resmi diakui oleh KOI dan Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF). Surat pengukuhan personalia PB PSTI juga telah dikirimkan ke Menpora sebagai bentuk pengesahan resmi.
Sekretaris Jenderal KONI, Lukman Djajadikusuma, menjelaskan bahwa penyelesaian dualisme menjadi prioritas untuk menjaga kepentingan atlet dan memastikan stabilitas olahraga nasional. Sejak mendapatkan arahan dari Menpora, KONI terus berkomunikasi dengan KOI, pemerintah, dan cabang olahraga terkait untuk merampungkan sengketa kepengurusan.
Sekretaris Jenderal KOI, Wijaya Noeradi, menambahkan bahwa KOI telah melaporkan proses penyelesaian dualisme kepada Menpora dan mengirimkan surat pengakuan terhadap kepengurusan PB PSTI 2025–2029 kepada ISTAF. Ia menekankan bahwa penyatuan kepengurusan penting karena perpecahan hanya akan menghambat prestasi atlet dan perkembangan olahraga.
KONI dan KOI berharap kepengurusan baru dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatkan prestasi sepak takraw Indonesia. Meski demikian, kedua lembaga masih menyelesaikan dualisme di tiga cabang olahraga lain, yaitu tenis meja, anggar, dan tinju, melalui proses musyawarah bersama agar semua cabang memiliki kepengurusan yang jelas dan stabil. Dikutip dari Antaranews.com






