Kalimantan Tengah – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Kalimantan Tengah di Aula Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (23/9). Kegiatan ini dihadiri Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Kalimantan Tengah Alfin Syahrin, Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, serta perwakilan unsur 5 Pilar Keselamatan Jalan dan instansi terkait lainnya. Forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan keselamatan transportasi jalan sekaligus menekan angka kecelakaan dan fatalitas di Kalimantan Tengah.
Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah Yulindra Dedy tersebut membahas evaluasi angka kecelakaan lalu lintas serta monitoring pembentukan dan pelaksanaan FLLAJ di tingkat kabupaten/kota. Forum ini sekaligus mengawali rangkaian pemetaan Lokasi Rawan Kecelakaan (LRK) secara lebih sistematis dan terintegrasi dengan melibatkan seluruh unsur 5 Pilar Keselamatan Jalan, mulai dari manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, pengguna jalan yang berkeselamatan, hingga penanganan korban kecelakaan. Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi penanganan yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik dan permasalahan di masing-masing wilayah.
Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, menyampaikan bahwa upaya mewujudkan keselamatan lalu lintas tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan. “Jasa Raharja siap mendukung penguatan FLLAJ melalui data dan informasi kecelakaan yang kami miliki. Data tersebut dapat menjadi salah satu bahan dalam menentukan lokasi prioritas serta bentuk intervensi keselamatan yang diperlukan. Yang terpenting, hasil pemetaan ini tidak berhenti pada identifikasi lokasi rawan, tetapi dapat ditindaklanjuti secara bersama sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya.
Alfin menambahkan, keterlibatan unsur 5 Pilar Keselamatan Jalan dalam forum tersebut menjadi penting agar penanganan kecelakaan dilakukan secara komprehensif, mulai dari aspek pencegahan hingga penanganan korban. “Kami berharap sinergi ini dapat menghasilkan program yang konkret, baik melalui perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan, rekayasa lalu lintas, peningkatan kelaikan kendaraan, edukasi kepada masyarakat, maupun penguatan respons terhadap korban kecelakaan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat dan keputusan yang berbasis data, FLLAJ diharapkan mampu menjadi wadah koordinasi yang efektif untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, lancar, serta menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.




