Harga Beras Turun, Pedagang : Pasokan Kian Stabil

Jakarta: Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, menilai penurunan harga beras dua bulan terakhir menunjukkan kestabilan pasokan nasional. Ia menjelaskan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi beras terjadi pada September dan Oktober 2025 secara beruntun. 

Reynaldi berpendapat bahwa tren ini menjadi penopang utama inflasi nasional yang tercatat hanya 0,28 persen. “Penurunan harga beras ini menandakan distribusi dan penyerapan di lapangan mulai membaik,” kata Reynaldi kepada Pro 3 RRI.

Ia menegaskan bahwa faktor utama penurunan harga berasal dari meningkatnya daya beli masyarakat melalui program MBJK pemerintah. Reynaldi berpendapat, kebijakan tersebut mendorong sirkulasi ekonomi di pasar tradisional yang mulai kembali bergairah.

“Program MBJK memberi dampak positif terhadap perputaran uang di pasar tradisional,” ucapnya.

Selain itu, Reynaldi memandang bahwa pemerintah perlu terus menjaga konsistensi kebijakan pangan hingga periode Natal dan Tahun Baru mendatang. Ia menilai stabilitas harga tidak hanya ditopang program bantuan, tetapi juga dukungan logistik dan infrastruktur di seluruh wilayah.

“Jangan sampai daerah tertinggal tertinggal dalam rantai pasokan beras nasional,” kata dia.

Reynaldi juga menjelaskan bahwa harga beras di zona 1 dan 2 relatif stabil, sementara zona 3 masih tinggi karena hambatan logistik. Menurutnya, daerah timur Indonesia masih menghadapi biaya distribusi mahal akibat infrastruktur yang belum memadai.

“Subsidi distribusi menjadi solusi realistis agar harga bisa menyesuaikan dengan HET,” ujarnya.

Reynaldi menutup dengan mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas kementerian agar stabilitas pangan nasional berkelanjutan. Ia menilai produksi pertanian yang kini surplus harus diimbangi pemerataan distribusi agar manfaatnya dirasakan merata.

“Stabilitas harga bukan hanya soal pasokan, tapi keadilan akses pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya mengakhiri perbincangan.

  • Related Posts

    Pramono Anung Bahas Rencana Pembangunan Halte Transjabodetabek di Bekasi

    Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membantu pembangunan halte Transjabodetabek di Kota Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini menjadi perhatian setelah…

    Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Sebanyak 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

    Jakarta – Polda Metro Jaya mengerahkan 2.938 personel gabungan dalam Operasi Patuh Jaya 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini bertujuan menekan pelanggaran lalu lintas…