Bantul – Upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kejadian kecelakaan lalu lintas massal terus dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Bantul. Salah satunya melalui kegiatan Gladi Ruang Gawat Darurat Ambulans yang diselenggarakan pada Jumat (19/6/2026) di Aula Sasana Krida Rumah Dinas Bupati Bantul.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan kegawatdaruratan, antara lain Jasa Raharja, Dinas Kesehatan DIY dan Kabupaten Bantul, PMI Bantul, relawan ambulans dari Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, serta unsur TNI, Polri, dan BPBD.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KPJR Tingkat I Bantul Imam Cahyono, dr. Anastasia Endar W. selaku Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Bantul, dr. Bella Donna, M.Kes dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Kudiyana, SKM, M.Sc selaku Kepala Seksi Pelayanan Kegawatdaruratan, Krisis Kesehatan dan Kesehatan Khusus Dinas Kesehatan DIY, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan gladi ruang ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh peserta mengenai manajemen insiden korban massal, sekaligus menyusun rencana kontinjensi dalam menghadapi kejadian kecelakaan lalu lintas berskala besar. Studi kasus yang digunakan dalam pembahasan adalah kecelakaan katastrop bus penumpang umum yang terjadi di kawasan Turunan Bego, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul pada tahun 2022.
Melalui forum tersebut, peserta bersama-sama merumuskan rancangan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kegawatdaruratan ambulans pada kecelakaan lalu lintas massal. Penyusunan SOP ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh pihak terkait dalam melakukan koordinasi, evakuasi, triase korban, hingga penanganan medis secara cepat dan tepat ketika terjadi insiden serupa di masa mendatang.
Selain diskusi dan penyusunan SOP, kegiatan juga diisi dengan Tactical Floor Game yang bertujuan memberikan simulasi strategi penanganan korban massal. Melalui metode ini, peserta dapat memahami alur koordinasi lintas sektor, pembagian peran, serta pengambilan keputusan dalam kondisi darurat secara lebih komprehensif.
Kepala KPJR Tingkat I Bantul, Imam Cahyono, menyampaikan bahwa kesiapan seluruh stakeholder menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak korban pada kejadian kecelakaan lalu lintas massal. Menurutnya, sinergi yang baik antara instansi kesehatan, relawan, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan Jasa Raharja menjadi kunci keberhasilan penanganan keadaan darurat.
Hasil dari kegiatan ini antara lain terciptanya kesamaan persepsi terkait manajemen insiden korban massal, tersusunnya rancangan SOP penanganan kecelakaan lalu lintas massal kendaraan bus penumpang umum, serta meningkatnya pemahaman peserta terhadap strategi penanganan korban melalui simulasi dan latihan terpadu.
Melalui kegiatan gladi ruang ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat dalam sistem penanganan kegawatdaruratan di Kabupaten Bantul semakin siap menghadapi potensi kejadian kecelakaan lalu lintas massal, sehingga proses penyelamatan korban dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan transportasi dan perlindungan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.





